Beasiswa ke Luar Negeri part 1: Dengan Sedikit Keberuntungan, Impian Itu Terwujud!


Gak pernah kepikiran sebelumnya kalau gue bisa kuliah ke luar negeri. Gue menjadi salah satu penerima beasiswa SPIRIT. Walaupun belum berangkat kesono (insyaAllah September), sekarang gue udah disibukin dengan googling apapun tentang kondisi di negara tujuan gue, dan gue sadar ternyata pengalaman dari teman-teman yang sedang atau sudah menyelesaikan kuliah di luar yang di-share dalam blog mereka sangat membantu. Oleh karena itu, disini gue juga akan mencoba berbagi step-by-step pengalaman gue, dari awal mendaftar beasiswa hingga lulus kuliah nanti, amiin. Sesuai dengan tujuan awal blog ini dibuat, selain untuk berbagi, tulisan-tulisan disini gue harap bisa sebagai “prasasti” kehidupan gue, yang bikin senyum-senyum saat gue baca kembali di hari tua nanti bersama anak cucu. Doakan semoga gue konsisten nge-blognya, hehe.

Semua bermula dari pengumuman penerimaan beasiswa di kantor gue. Nama beasiswanya SPIRIT, dan setelah gue googling, ternyata singkatan dari Scholarship Program for Strengthening the Reforming Institution. Beasiswa ini untuk program S2 dan diselenggarakan oleh Kemenkeu dan Bappenas bekerjasama dengan World Bank, serta ditujukan untuk pegawai negeri dari instansi-instansi “pionir” reformasi birokrasi seperti Kemenkeu, BPK, BPKP, BPN, Kemenlu, Kemendagri, dll. Untuk tahun intake 2016 ini, semua beasiswa hanya untuk S2 luar negeri dan harus selesai dalam waktu satu tahun (kalau tahun-tahun sebelumnya ada juga S2 dalam negeri dan masa pendidikan 2 tahun). Gue dengar infonya tahun intake 2016 ini merupakan tahun terakhir penyelenggaraan SPIRIT, dan (katanya) tahun depan bakal diganti dengan program dan nama yang baru (atau malah gak ada??).

Syarat untuk bisa daftar beasiswa ini antara lain nilai ITP TOEFL minimal 500, nilai TPA (Tes Potensi Akademik) minimal 550, dan izin dari kantor. Kebetulan gue baru aja menerima hasil TOEFL dan TPA yang diadakan kantor beberapa bulan lalu, dan nilainya memenuhi syarat. Gue dan seorang teman lalu mendaftarkan diri secara online ke web nya SPIRIT dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

Sebulan kemudian daftar peserta yang memenuhi syarat administratif diumumkan, dan nama gue termasuk salah satunya. Selanjutnya kami diminta untuk menginput biodata secara lengkap serta nilai TOEFL dan TPA ke web SPIRIT. Karena sedikit missunderstanding, gue lupa untuk input nilai, sehingga pada pengumuman peserta yang berhak ikut wawancara, nama gue gak ada. Agak sedih juga sih, tapi gue ambil sisi positifnya dan mungkin bisa dicoba lagi di lain kesempatan.

Ternyata keberuntungan masih berpihak ke gue. Setelah seleksi wawancara pertama, masih dibuka kesempatan untuk peserta yang lulus administasi untuk mengikuti wawancara kedua. Analisis gue, SPIRIT masih punya banyak dana dan karena tahun terakhir, mereka menerima banyak peserta beasiswa. Dan benar saja, saat pengumuman berikutnya, nama gue ada dalam daftar, padahal saat wawancara, ada beberapa pertanyaan yang gak berhasil gue jawab, terutama pertanyaan dalam Bahasa Inggris. Dari 180an yang diwawancara, 160an peserta diterima! Gue bersyukur banget, bonus nih buat pegawai dengan kemampuan rata-rata kayak gue, hehe..

Dari pengalaman gue, kesempatan untuk memperoleh beasiswa keluar negeri itu secara umum gak susah. Paling yang butuh sedikit effort adalah bagaimana agar nilai TOEFL dan TPA memenuhi syarat dan izin dari kantor/atasan. Kalau ini sudah ditangan, tinggal wawancara yang menjadi tantangan selanjutnya, dan kadang inipun juga cuma formalitas. Semoga bisa menjadi inspirasi dan memotivasi siapapun yang ingin melanjutkan studinya ke luar negeri. See you…

Tentang franzkurnia

senang mencoba hal-hal baru, sedang berusaha mengendalikan sifat malas dalam diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Beasiswa ke Luar Negeri part 1: Dengan Sedikit Keberuntungan, Impian Itu Terwujud!

  1. Sharikha Amy berkata:

    Semangat ngeblog lagi yong! 😁😁

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s