Jangan asal cabut gigi yang patah


Disini saya mau berbagi pengalaman pribadi yang mempunyai masalah dengan gigi.

Kelas 5 SD, gigi saya patah akibat jatoh saat lari-larian bareng sodara. Yang patah gigi seri atas (gigi kelinci) sebelah kiri. Patahnya pas ditengah-tengah giginya. Karena kurangnya pengetahuan, gigi tersebut ditangani seadanya. Awalnya saya biarin, malah saya congkel-congkel di tengah bagian yang patah. Maklum, anak kecil penuh dengan rasa ingin tahu, ada apa sih di dalam gigi? Perilaku ini membuat gigi tersebut bolong, dan menjadi tempat bersarangnya sisa makanan. Gak berapa lama, bapak membawa saya ke tukang gigi (bukan dokter gigi). Gigi saya ditambal alakadarnya, tanpa dibersihin dulu. Ternyata setelah 2 minggu, gigi tersebut nyut-nyutan. Kayaknya karna gak dibersihin sebelum ditambal, sisa makanan menjadi infeksi dan bikin gigi sakit. Karna gak tahan, tambalan gigi tersebut saya copot sendiri. Baru setelah dicopot, tidak terasa sakit lagi.

Sekali lagi, karena kurangnya pengetahuan dan udah putus asa, saya memutuskan untuk mencabut gigi tersebut. Cabutnya di tukang gigi (lagi). Jadilah saya ompong permanen, karna gigi itu adalah gigi kedua, bukan gigi susu. Selama ompong, saya memakai gigi tiruan yang bisa dibongkar pasang. Oiya bagi yang belum tau, gigi tiruan bongkar pasang itu ada platnya yang nempel di langit-langit mulut. Rasanya sungguh tidak nyaman. Hal ini membuat saya menjadi orang yang pendiam dan tidak pede.

Skip..

Pada 2008, saya kembali buat gigi tiruan, karena gigi yang bongkar pasang rusak. Kali ini saya ke dokter gigi yang cukup terkenal. Sama si dokter saya dibuatin gigi tiruan dengan sistem bridge. Pertama, gigi seri saya disamping gigi yang ompong dikikir. Lalu dokter membuat 2 gigi seri baru yang saling menempel. Gigi baru ini yang kemudian ditempel dengan cara disarungkan ke gigi yang dikikir tadi. Sedih juga karna gigi saya yang sehat jadi rusak. Tapi gigi tiruan sistem bridge ini jauh lebih nyaman daripada gigi yang bisa bongkar pasang, karena terpasang seperti gigi asli dan tidak ada plat yang nempel di rahang.

Nah, 2 minggu yang lalu saya ditabrak teman saat main futsal. Yang kena mulut saya, dan gigi saya yang dikikir, yang jadi pegangan buat gigi yang ompong, patah. Patahnya serata gusi. Jadi sekarang saya ompong dua gigi. Waduh, sempat bingung juga harus diapain. Saya coba gugling, dan kesimpulannya akar yang tersisa harus dicabut, dan dibuatin gigi palsu. Minggu lalu saya ke dokter gigi buat cabut akar yang masih tersisa. Disuntik bius 2x, si dokter mulai bekerja mencabut akar gigi. Ternyata susah. Dokternya cuma modal tang buat nyabut, dan karna patahnya serata gusi, tang tidak punya cukup pegangan. Setengah jam berjuang, si dokter menyerah. Akar gigi tidak berhasil dicabut, yang ada gusi saya terasa nyeri dan duit terbuang percuma. Hadeeh..

Dua hari yang lalu, saya direkomendasikan seorang dokter gigi oleh teman. Pagi-pagi saya kesana, dan ternyata dokter tersebut adalah dokter yang meng-bridge gigi saya dahulu, tapi tempat prakteknya baru. Dokter memeriksa kondisi gigi saya, lalu dikatakan akar gigi saya masih bagus dan tidak perlu dicabut. Akar tersebut masih bisa dijadikan pegangan untuk gigi tiruan yang baru. Sip dok, kalo gitu saya manut aja dah sama dokter mau diapain. Setelah disuntik 2x (seperti biasa) dan gusi saya udah mati rasa, dokter mulai bekerja. Akar gigi yang masih tersisa dikeluarin sarafnya, kemudian diisi dengan beberapa pin logam, kemudian ditutup dengan semen (atau apalah) sehingga hasil akhirnya seperti sebuah gigi kecil diatas akar yang patah. Nah bagian inilah yang nantinya menjadi pegangan bagi gigi tiruan yang akan dipasang. Saat ini saya masih dalam masa penyembuhan luka, agar siap dipasang gigi tiruan sekitar 2 minggu lagi.

Balik lagi ke yang paling atas, kenapa saya kasih judul begitu? Pesan moral yang ingin saya share ke siapapun yang baca blog ini adalah:

  1. Kalau gigi anda patah, jangan putus asa dan jangan asal main cabut, karna teknologi sekarang sudah bisa mengatasinya. Gigi yang patah bisa disambung dan hasilnya kembali seperti gigi asli. Kecuali patahnya di bagian di dalam gusi, sisa akar gigi justru harus dibersihkan
  2. Segeralah ke dokter yang bagus, berpengalaman dan punya peralatan yang paling modern. Informasi tentang dokter yang bagus bisa anda peroleh dari mana aja. Dokter pertama yang saya kunjungi untuk cabut gigi cuma bermodal tang, dan untungnya tidak jadi dicabut, sementara dokter yang sekarang peralatannya canggih, dan bisa memberikan solusi yang lebih baik daripada dicabut. Soalnya kalau dicabut, opsi gigi tiruan yang bisa saya gunakan adalah:
    1. Bongkar pasang (baik yang akrilik, elastis, atau logam ), dan pastinya gak nyaman dipake
    2. Sistem bridge, tapi mengorbankan 2 gigi saya di kiri dan kanan yang ompong untuk dikikir dan dijadiin pegangan
    3. Implant gigi, tapi harganya mahal, kata teman saya yang dokter gigi, harga 1 gigi mecapai USD1000 dan itu belum termasuk biaya pemasangan.
Image

gigi tiruan bongkar pasang, platnya yang merah nempel di langit-langit, kebayang kan gak nyamannya

Image

kalo ini sistem bridge, gigi disamping dikikir dan dijadiin pegangan buat gigi yang ompong, pada kasus saya gigi yang dikikir hanya satu, bukan 2 seperti di gambar

Image

gigi implant, akar tiruan dari titanium ditanam ke rahang, dan nanti akan menyatu dengan tubuh layaknya gigi asli, kelebihannya nyaman seperti gigi asli, kekurangannya tidak semua orang tubuhnya bisa menerima benda asing, dan harganya yang mahal

Saya nyesel kenapa dulu waktu SD saat gigi saya patah, saya gak ke dokter gigi yang bagus sehingga saya gak harus ompong, tapi ya sudahlah, yang penting saat ini saya mendapat solusi yang lebih baik daripada harus mencabut akar gigi saya dan ompong lebih banyak. Semoga pengalaman saya bisa memberi pencerahan bagi teman2 yang mempunyai masalah yang sama.

Tentang franzkurnia

senang mencoba hal-hal baru, sedang berusaha mengendalikan sifat malas dalam diri
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

24 Balasan ke Jangan asal cabut gigi yang patah

  1. amelia berkata:

    berari di implan donk gan gigi nya…. biaya nya berapa ga????

    • franzkurnia berkata:

      semi implan gan, kan gigi saya masih ada mahkotanya dikit, dan di dalam mahkota itu kan ada rongga yg berisi saraf2, nah saraf2nya itu dibuang, terus rongganya dikasih pin logam agak panjang dan dicor pakai bahan khusus, nah pin ini yang dicantolin/disarungin gigi tiruan

      kalau implan kan pin nya ditanam di dalam gusi

    • franzkurnia berkata:

      3,5 juta untuk 2 gigi mbak, lumayan juga, fyuuhh..

  2. diana berkata:

    Mohon info alamat & nama dokter gigi yg masang pin sisa akar gigi, tolong bgt ya saya butuh bgt, terimakasiiih

    • franzkurnia berkata:

      wah posisi dmn mbak? klo saya lg di Kupang, NTT, kalo di sini daerah tertinggal aja ada dokter gigi yg bisa, harusnya di jawa ato indo bagian barat banyak dokter gigi yg lebih bagus

  3. diana berkata:

    okay terimakasih ya infonyaa

  4. luisa berkata:

    Dokter gigi yang di kupang itu alamatnya dimana yah?

  5. Hendri berkata:

    Kalau sistem bridge itu apa gigi tidak gampang lepas(copot) pak?

  6. Hendri berkata:

    Apalagi jika posisi gigi diatas

  7. sitha berkata:

    waaah ceritamu sama persis seperti yg ku alami.. aqu jatuh da waktu kelas 4 SD.. trus ke tukng gigi.. skrg aqu ke dokter gigi awalnya disuruh cabut gigi patahku ini, minggu slanjutnya malah mau dirawat.. tpi aqu memutuskan utk cabut ajja.. skrg ompong permanen deh.. lalu disaranin ama dokternya disuruh pake gigi tiruan ajja yg pake kawat.. kira” bahaya gak yaa..?? disuntik bius lg gak yaa..??
    soalnya aqu takut banget kalo disuntik gusiku, pasti keluar darah bnyak, pngen muntah trus ujung” nya lemes..

    • franzkurnia berkata:

      kok dicabut sih sitha? kalo giginya patah doang mah bisa disambung dan normal lagi
      pakai gigi palsu sih gak enak, apalagi yang ada bisa bongkar pasang, berasa ganjel di mulut
      lebih enak pakai sistem bridge, atau implant sekalian, jadinya kayak gigi beneran (ditanam dalam gusi), tapi denger2 biayanya puluhan juta
      kalo pasang gigi yang bisa dicopot gak disuntik kok

      • nida berkata:

        saya mau cerita, saya punya saudar, dia gigi nya ompong karna patah bagian depan, dia mau pasang gigi, tapi kata tukang gigi harus di cabut dulu yg patah nya, terus kalaw di cabut takut nya terkena syaraf otak nya, menurut anda apa solusi buat saudara saya?

      • franzkurnia berkata:

        belajar dari pengalaman saya, saran saya sebaiknya konsultasi dulu ke dokter gigi yang oke, biasanya kalau masih bisa disambung akan diusahakan disambung, ini akan lebih baik dan lebih nyaman daripada memakai gigi palsu, percaya deh, pakai gigi palsu itu gak nyaman, apalagi yang ada pelatnya atau bisa dicopot

  8. heri berkata:

    Gigi ane juga ni taring atas.. jatoh.. gusinya juga gompala dagingnya kecoak.. beeehhh darahnya bnyak bgt.. udh ga bisa x ya klo daging busi ke coak

  9. udin wahyudin berkata:

    haha ternyata ku gak sendirin dengan kasus gigi yang serupa, gara2 mainan air disungai gigi ku patah akibat terbentur batu saat smp kelas 1,sejak itu ku menjadi orang pendiam dan malu bercanda dengan temen2 walopun kumpul cuma lebih banyak diem,rasa tuh sakit banget kalo lihat orang tersenyum walo tahu senyum itu ibadah hehehešŸ˜€,alhasil akhirnya ku memutusakan untuk ke dokter gigi buat crow gigi tapi dokter malah nyaranin buat di cabut saja padahal menurut ku gigi yang patah masih lumayan panjang,alhasil gara gara mengikutin saran dokter akhirnya sekarang gigi ku ompong bagin depan lagi dan ku mengunakan gigi yang bisa pasang lepas rasanya luar biasa gak nyaman.dan itu suah berjalan mau 3 bulan ini dan berita buruknya gigi tiruan lepasan tersebut dah rusak akibat jatuh pas mau dibersiakan dikamar mandi.
    sunguh menjadi ompong itu lebih menakutkan dari pada saat gigi ku patah.

  10. sur berkata:

    Mas franzkurnia mau tanya gigi bridge selama pemasangan ampe sekrang ap ad msalah?? Trs pasang gi2 bridge dr thun berpa?? Trima kasih

    • franzkurnia berkata:

      masalah sih gak ada,cm pas awal2 dipasang terasa aneh di mulut, aplg kalo pemasangan kurang pas,tp lama2 terbiasa.. sy udah 2x, yg pertama dr 2008-2014, terus patah krn tabrakan wkt main futsal, yg sekarsng udah +- 2 thn, aman kok, mempelnya kuat di gigi yg dijadiin pegangan

  11. Nat-nat berkata:

    Kbetulan sy di Kupang, gigi sy ompong di gigi taring kiri dan gigi geraham belakang sudah dari 10 tahun yg lalu.Saya tidak bisa tersenyum lepas karena kedua gigi yg ompong tsb kelihatan pas tersenyum. Saya mau tanya ke mas Franskurnia, gigi yg dipasang itu model bridge ya? apakah ada perawatan khususnya atau harus sering kontrol? Harganya tahun 2014, 2 gigi Rp3,5 juta ya? Trims

  12. arif berkata:

    Aku juga patah gigi depan pas kelas 2 smp gara gara main basket dan mulai saat itu aku jadi orang pendiam , apa harus di crome/ pasang jaket gigi ??

    • franzkurnia berkata:

      maaf slow response, sebaiknya langsung ke dokter gigi, cari yang Sp.KG (spesialis konservasi gigi) nanti ditangani sama dia sesuai prosedur, seharusnya kalau patah doang gak masalah, masih sangat bisa diselamatkan, buruan sebelum giginya membusuk

  13. yudha berkata:

    Berapa kali pertemuan untuk pasang bridge mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s