Surga Bahari itu Bernama Alor


Nusa Tenggara Timur terkenal dengan pesona baharinya. Hampir semua daerah di provinsi ini mempunyai pemandangan laut yang oke punya, mulai dari pantai sampai dasar laut. Coba deh peratiin, program wisata/traveling/mancing di tipi-tipi banyak yang berlokasi di wilayah NTT.

Agustus lalu, saya dan 3 orang teman sempat berkunjung ke Kabupaten Alor. Kabupaten ini secara geografis berada di sebelah utara Pulau Timor. Kabupaten Alor terdiri dari beberapa pulau diantaranya pulau Alor, Pantar, Pura, dan Kumba.

peta Alor dengan spot-spot divingnya

peta Alor dengan spot-spot divingnya

Perjalanan dari Kupang ke Kalabahi (ibukota Alor) dapat ditempuh melalui laut atau udara. Saya memilih menggunakan pesawat terbang karena pastinya akan lebih cepat. Untuk perjalanan laut, saya sendiri kurang tahu gimana detilnya. Setiap hari ada 2 pesawat yang berangkat dari Kupang menuju Alor pergi pulang, jam 9 pagi dan jam 2 siang. Pesawat yang melayani rute ini adalah jenis pesawat perintis dengan kapasitas penumpang 30an tempat duduk. Ongkosnya bervariasi antara 300rb sampai 600rb an. Tak sampai  satu jam, pesawat mendarat mulus di Bandara Mali, Kalabahi. Selamat datang di Alor!

Dari bandara, kami langsung menuju hotel yang sudah dipesan sebelumnya. Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam. Lokasi bandara ternyata cukup jauh dari pusat kota Kalabahi. Kami menginap di hotel Nusa Kenari, sebuah hotel kelas melati namun kamarnya cukup luas dan nyaman. Tarif hotel berkisar antara 150rb – 300rb per kamar per malam. Tidak banyak kegiatan yang kami lakukan hari ini. Sore harinya saya sempat jalan-jalan ke kawasan pelabuhan, urat nadi transportasi antar pulau di kabupaten ini.

IMG_8485a

kawasan pelabuhan Kalabahi, Alor

Hari berikutnya, kami merental sebuah mobil untuk bertualang mengeksplorasi daerah ini. Pukul 9 pagi, perjalanan dimulai. Mobil kami arahkan ke barat, menuju wilayah Alor Kecil dan Pulau Kumba. Berdasarkan ngobrol-ngobrol sebelumnya dengan pemilik hotel, di sekitar Alor Kecil dan Pulau Kumba ini terdapat pemandangan laut yang menarik dan layak dikunjungi. Katanya lagi, kita bisa menyewa perahu nelayan yang bisa mengantar ke spot snorkling di kawasan tersebut.

IMG_8493 copy

pemandangan di sekitar wilayah Alor Kecil

IMG_8500 copy

pemandangan di sekitar wilayah Alor Kecil

IMG_8502 copy

pantai berkerikil di sekitar wilayah Alor Kecil

IMG_8509a

beningnya perairan di sekitar Alor Kecil

Kami sampai ke sebuah pelabuhan nelayan tradisional. Cukup banyak perahu yang bersandar disana. Niat kami untuk menyewa sebuah perahu disambut oleh seorang nelayan. Setelah negosiasi yang cukup alot, disepakati harga 400ribu sebagai imbalan untuk mengantarkan kami ke spot-spot snorkling di sekitar kawasan tersebut. Perahu yang digunakan cukup besar, mungkin bisa memuat sampai 10 orang plus 2 orang awak perahu.

Tidak jauh di seberang sana (keliatannya begitu sih, tapi kalo direnangi jauh juga kayaknya, hehe..) terlihat Pulau Kumba, sebuah pulau kecil di sebelah barat Pulau Alor. Selat antara Pulau Alor dengan Pulau Kumba yang cukup sempit konon katanya memiliki arus laut yang cukup deras. Di selat ini pula, dua sampai tiga kali setahun (sekitar bulan Februari dan September), mengalir arus laut dingin dari Australia yang membuat ikan-ikan pada naik ke permukaan. Saat arus dingin inilah warga beramai-ramai ke kawasan ini untuk menangkap ikan yang puyeng karena perubahan suhu air laut. Sayang sekali, sewaktu kami kesana, kami tidak sempat menikmati pemandangan langka ini.

IMG_8550a

pelabuhan tradisional

IMG_8561a

siap berang-cut

Perahu kami mengarah ke sebelah kanannya Pulau Kumba. Di depan terlihat pulau yang lebih luas. Itulah Pulau Pantar, tujuan pertama kami untuk direnangi. Gelombang laut cukup tinggi, karena angin terasa cukup kencang. Tak berapa lama, kami sampai di perairan Pulau Pantar. Air laut yang sangat jernih dan hamparan pasir putih menyambut kedatangan kami. Perahu belum ditambatkan, tanpa basa basi saya langsung aja nyebur memecah riak laut yang membiaskan warna-warni terumbu karang dari dasarnya. Renang sana-sini, kecapek-an, saya berlabuh di pasir putih layaknya seekor paus yang terdampar.

IMG_8583a

pasir putih memanjang di sisi Pulau Pantar

IMG_8676 copy

view pantai Pulau Pantar

IMG_8671a

perahu parkir agak ketengah menghindari perairan dangkal

IMG_8667a

pasir putih Pulau Pantar

Di sekitar pantai tempat kapal kami bersandar, saya melihat beberapa pondok yang tersembunyi dibalik pepohonan. Kata awak kapal kami, pondok-pondok tersebut dikelola oleh warga asing. Tamunya pun kebanyakan juga warga asing. Kami sempat berpapasan dengan mereka yang sepertinya hendak berangkat diving. Sungguh ironis, negara kita dengan kekayaan melimpah tapi dikelola oleh warga negara asing.. (bukannya udah biasa ya??).

IMG_8663 copy

pondok-pondok WN asing tersembunyi dibalik pepohonan

IMG_8594a

ketemu bule yang mau diving, ada yang cantik, sayang lensa saya kurang tele, wakaka..

Puas snorkling di Pulau Pantar, kami memutar haluan, melanjutkan penjelajahan ke Pulau Kumba. Pesona dasar laut di kawasan ini pun tidak kalah dengan di Pulau Pantar. Di kedalaman 3-5 meter saja sudah tampak terumbu karang warna warni dan ikan-ikan kecil yang bermain disekitarnya. Waktu sore kami dihabiskan untuk menikmati kawasan ini. Namun maap beribu maap sodara-sodara, foto-foto bawah airnya tidak dapat ditampilkan, karena tidak satupun dari kami yang mempunyai kamera underwater, hehe.. Coba deh gooling aja, banyak foto-foto bawah laut Alor yang menawan.

Di Pulau Kumba ini, saya juga melihat beberapa pondok yang tersusun rapi dengan halaman yang apik. Dari penampakannya saja, saya sudah bisa menebak kalau pondok-pondok tersebut juga dikelola orang asing. “Yang punya orang Perancis”, kata awak kapal yang sekaligus menjadi guide kami.

Menjelang senja, matahari mulai redup dan membuat dasar laut lebih gelap, memaksa kami untuk segera mengakhiri petualangan. Oiya, sebenarnya Alor lebih terkenal dengan wisata divingnya, namun karena kami turis amatir yang belum pernah menyelam sama sekali (dan tentunya belum punya diving licence), kegiatan ini belum dapat kami lakukan. Snorkling saja sudah cukup memanjakan mata kami menyibak pesona dasar laut Alor, apalagi kalau diving, pasti pemandangannya lebih jebbreeet.. InsyaAllah, suatu saat saya akan kembali lagi kesini dan mewujudkan impian yang belum kesampaian, apalagi kalo bukan diving. Semoga..😀

IMG_8681a

menuju pelabuhan

IMG_8686a

senja di pelabuhan

IMG_8697a

berpose ala grup band dulu😀

Tentang franzkurnia

senang mencoba hal-hal baru, sedang berusaha mengendalikan sifat malas dalam diri
Pos ini dipublikasikan di pantai. Tandai permalink.

6 Balasan ke Surga Bahari itu Bernama Alor

  1. Adhe berkata:

    Wahhh….,,

  2. Putra Alor berkata:

    thanks kk, udah promosi alor. sukses selalu

  3. aning berkata:

    Masih nyimpan kontak guide nya mas? Saya jadi pingin ikutan ke sana🙂

    • franzkurnia berkata:

      wah sori nih lama gak cek blog😛
      saya kesana sekalian tugas sih mbak, jadi buat guide, kita ditemenin orang pemda hehe

  4. Dewi berkata:

    Fotonya keren2 bgt, jadi mau berangkat kesana, Indonesia is so beautiful.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s