Mahameru: Menapak Puncak Tertinggi Pulau Jawa


Perjalanan saya ke semeru sebenarnya terjadi sudah cukup lama, sekitar kurang lebih dua bulan yang lalu. Namun baru kali ini (benar-benar) menyempatkan diri untuk menuangkannya ke dalam blog. Alasan utamanya apalagi kalo bukan karena MALAS. Padahal saya punya banyak waktu luang. Hadeh..
Setelah tarik ulur yang galau, akhirnya saya mengiyakan ajakan teman untuk naik semeru. Awalnya saya ragu untuk ikut, karena jadwalnya bertepatan dengan “musim” sidang skripsi, dan jadwal sidang saya belum jelas. Seminggu sebelum keberangkatan, jadwal yang ditunggu-tunggu pun keluar, dan saya kebagian sidang pada akhir bulan, sementara pendakian direncanakan pada pertengahan bulan.
Kami berangkat tanggal 15 November, dan berencana tanggal 18 November malam, sudah berada kembali di kediaman masing-masing. Total tim kami berjumlah 44 orang, terdiri dari dua titik awal pemberangkatan, yakni jakarta dan surabaya. Tim jakarta terbagi lagi menjadi tim yang berangkat naik kereta dan naik pesawat. Saya termasuk tim yang berangkat dari jakarta dengan menggunakan kereta. Kami naik kereta ekonomi dari stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Pasar Turi Surabaya. Harga tiket cukup murah, cukup 50ribu saja, dan pelayanan kereta ekonomi sekarang sudah lebih bagus dari sebelumnya, tidak ada lagi penumpang yang berdiri di lorong, sehingga lebih nyaman.
Kereta berangkat pukul 15.30. Serunya perjalanan sudah mulai terasa di atas kereta. Deretan bangku kami mungkin menjadi yang paling heboh dan berisik. Ada yang main uno dan sebagian lagi main kartu, semuanya kompak ngakak dan cekikikan rame-rame. Saya yakin penumpang lain pada iri melihat hebohnya kami. Cara yang cukup efektif untuk membunuh rasa bosan dalam perjalanan. Gak terasa malam sudah menyelimuti dan mata mulai terasa berat. Puas bermain, kami menghabiskan waktu dengan tidur dengan posisi diatur senyaman mungkin. Pukul 06.00 keesokan harinya, kami tiba di Surabaya.

devya, titik, dan bella (cewek2 yang berangkat menggunakan kereta) sesaat setelah sampai St. Pasar Turi

devya, titik, dan bella sesaat setelah sampai St. Pasar Turi

Perjalanan dilanjutkan menggunakan 2 buah bis yang sudah dipesan sebelumnya. Tujuan kami adalah terminal Purabaya. Disini akan bergabung teman-teman lainnya yang dari bandara dan yang asal surabaya. Setelah menunggu sekitar satu jam lebih, bis melaju menuju Malang. Tujuan kami adalah kecamatan Tumpang, sesampainya di Tumpang, ternyata orang-orang sudah rame. Jadwal pendakian kami bersamaan dengan jambore Avt*ch, salah merek peralatan outdoor. Konon pesertanya mencapai lebih dari 2ribu orang. Alamak, rame amat.

Suasana di Tumpang

Suasana di Tumpang

Di tumpang, kami mencari angkutan ke Ranupane, pos lapor pertama. Disini tersedia angkutan berupa jeep dan truk. Ternyata cukup sulit mencari truk, karena sudah dibooking oleh peserta jambore. Setelah menunggu 3 jam, disertai hujan deras yang mengguyur Tumpang, akhirnya kami mendapat 2 buah truk. Pukul 17.00, kami melanjutkan perjalanan ke Ranupane.
Awal perjalanan cukup mudah karena melalui jalan aspal yang mulus. Namun setelah 1,5 jam perjalanan, truk mulai memasuki jalanan rusak dan berlobang. Kami merasakan goncangan ringan sampai berat, namun tidak bisa melihat kondisi jalan sebenarnya karena sudah gelap. Setelah 3 jam diatas truk, akhirnya kami sampai di ranupane. Tidak banyak yang kami lakukan malam ini. Kami mendirikan tenda, solat, dan makan malam. Malam ini kami menginap di ranupane. Pendakian akan dilakukan besok pagi.

Pagi yang dingin dan cerah. Kawasan ranupane yang ternyata mempunyai sebuah danau terlihat cantik dari atas, diselimuti kabut pagi.setelah solat subuh yang kesiangan, kami sarapan lalu beberes bersiap melanjutkan pendakian. Pukul 9 tepat, perjalanan menuju Mahameru dimulai. Saya berada dalam tim yang pertama berangkat.

gojlag-gajlug di truk

gojlag-gajlug di truk

makan malam

makan malam

pemandangan malam dari ranupane, taburan bintang

pemandangan malam dari ranupane, taburan bintang

view mahameru dari ranupane

view mahameru dari ranupane

Awal pendakian, kita melewati medan yang masih landai, dengan vegetasi hutan dan semak di kanan kiri. Setelah melalui 3 pos peristirahatan dengan jarak masing-masing sekitar 2-3 jam, sekitar pukul 4 sore kita sampai di Ranukumbolo, sebuah danau dengan luas sekitar 3ha. Ranukumbolo memiliki pemandangan yang sangat indah, dengan vegetasi padang savana dan beberapa pohon di sekelilingnya. Banyak pendaki berhenti dan mendirikan tenda disini, karena terdapat dataran yang cukup luas dan sumber air, disertai pemandangan yang luar biasa. Tim kami sebagian ada yang behenti disini, karena ada info yang mengatakan bahwa panitia jambore melarang pendaki non jambore untuk muncak, karena jumlah orang yang sudah kebanyakan. Namun sebagian tim kami yang lain nekad melanjutkan perjalanan dan membulatkan tekad untuk muncak.

team advance

team advance

vegetasi menjelang ranukumbolo

vegetasi menjelang ranukumbolo

Selamat datang di Ranukumbolo

Selamat datang di Ranukumbolo

ki-ka: angga, rani, titik, mimi, dedy

ki-ka: angga, rani, titik, mimi, dedy

menuruni Ranukumbolo, terlihat banyaknya peserta jambore

menuruni Ranukumbolo, terlihat banyaknya peserta jambore

sebagian tim bersiap mendirikan tenda di Ranukumbolo

sebagian tim bersiap mendirikan tenda di Ranukumbolo

Eh ketemu Medina Kamil di Ranukumbolo, Neng Medina: jadi pacar saya ya a?? Aa Pranz: ah malu neng, lagi banyak orang..

Eh ketemu Medina Kamil di Ranukumbolo, Neng Medina: jadi pacar saya ya a?? Aa Pranz: ah malu neng, lagi banyak orang..

Tim yang pengen muncak melanjutkan perjalanan ke campground selanjutnya, yaitu kalimati. Perjalanan ditempuh selama kurang labih 3 jam. Pendakian ke kalimati melewati tanjakan cinta, padang ilalang yang luas dengan pemandangannya yang sangat indah, dan pohon-pohon cemara di kiri-kanan jalur. Saya menikmati pemandangan sunset selama perjalanan. Kami tiba di kalimati sekitar jam 7 malam dan langsung mendirikan menempati 3 buah tenda yang telah didirikan oleh porter sebelumnya. Acara selanjutnya diisi dengan makan malam, solat, dan tidur, mengingat summit attack akan dimulai jam 12 nanti malam.

sunset dari.. (lupa nama tempatnya)

sunset dari.. (lupa nama tempatnya)

sunset

sunset

Kegaduhan terdengar di luar. Ternyata sudah jam setengah 12 dan pendaki lain sudah siap memulai summit attack. Kami bangun dan bersiap-siap juga. Dengan membawa perbekalan secukupnya, masing-masing membawa roti dan sebotol air, kami memulai perjalanan muncak. Selama perjalanan, langkah kaki seringkali terhenti karena banyaknya pendaki yang muncak. Set dah, naik gunung aja pake macet pula, udah kayak jalanan di jakarta aja. Inilah salah satu kesalahan penyelenggara jambore, yaitu tidak membatasi pesertanya, benar2 money oriented.

kami melewati tanjakan yang cukup terjal dengan vegetasi pohon cemara. Kami juga melewati kawasan arcopodo, yang juga sering digunakan sebagai campground sebagian pendaki. Sebelumnya saya pikir arcopodo itu berupa dataran luas, ternyata hanya sedikit lahan datar di celah-celah pinus. Setelah tiga jam, kami mulai menapaki daerah berpasir. Perjuangan dimulai..
Mendaki slope pasir ini cukup sulit dan menguras tenaga. Pijakan harus diatur agar tidak terlalu merosot. Progres pendakian sangat lambat. Untung kondisi pasirnya basah karena diguyur hujan sebelumnya sehingga jadi sedikit lebih padat. Sekitar pukul 5 pagi, mentari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur, dan saya masih berada di punggung mahameru. Target untuk menikmati matahari terbit di puncak mahameru tidak tercapai. Tapi tidak apalah, pemandangan sunrise dari punggungnya pun tidak kalah menarik. Saya berhenti sebentar untuk menikmati keelokan alam ini dan tidak lupa untuk mengabadikannya dalanm beberapa buah gambar.

summit

summit

mentari telah menampakkan diri, puncak belum tergapai

mentari telah menampakkan diri, puncak belum tergapai

mirip ilustrasi di padang mahsyar, masya Allah..

mirip ilustrasi di padang mahsyar, masya Allah..

Menjelang puncak, kepala saya terasa pusing akibat oksigen yang semakin tipis. Saya gak bawa oksican pula, dan teman yang bawa gak tau lagi dimana, tapi show must go on, puncak mahameru tetap harus digapai. Sekitar pukul 7 pagi, akhirnya kaki saya menapaki puncak tertinggi di Jawa, Puncak Mahameru. Bangga. Feni aja sampai menangis terharu sesaat setelah mencapai puncak.
Puncak mahameru cukup luas, berupa dataran setengah lapangan bola dengan batu-batu cadas tersebar merata. Di sisi lainnya terdapat kawah yang dalam kurun waktu tertentu batuk dan mengeluarkan gumpalan asap, yang merupakan icon mahameru dan sering dijadikan sebagai latar belakang foto. Kami menghabiskan waktu sekitar satu jam disini.

IMG_6897

Mahameru, The Highest Point of Java Island, ki-ka: adhi, Febri, Feni, Devya, Pranz

Puncak Mahameru

Mamat, Dolok, Devya, Feni, Ali, Pranz, Tata

Pranz, Feni, Medina Kamil, Devya, Adhi

Pranz, Feni, Medina Kamil, Devya, Adhi

Feni

Feni

IMG_6814

view dari puncak

View Kalimati dari puncak

View Kalimati dari puncak

Sekitar jam 9, kami turun. Kami harus menjauhi puncak sebelum matahari semakin tinggi, karena semakin siang, angin mulai bertiup dan membawa asap letupan semeru menyapu puncak. Sangat berbahaya bagi para pendaki. Perjalanan turun lebih mudah, kita tinggal perosotan di pasir. Saya menghitung hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk menuruni kawasan pasir. Pukul 12 siang, kami sampai ke tenda di kalimati. Capek dan pegal, plus pusing yang masih belum hilang. Kami makan siang, beres-beres, dan melanjutkan perjalanan turun menemui teman yang camp di ranukumbolo.
Kami sampai di ranukumbolo pukul 4 sore. Setelah konsolidasi dengan tim yang camp di ranukumbolo, kami melanjutkan perjalanan turun. Perjalanan kami ditemani hujan dan gerimis. Selama perjalanan, kami membayangkan hal apa yang dilakukan setelah sampai ranupane, lokasi awal pendakian. Ada yang pengen mi kuah pake telor 2, bakso, soto, pengen nikah..dan lain-lain. Saya sendiri kepengen makan nasi, terserah lauknya apa aja. Kami mencapai ranupane sekitar jam 9 malam. Saya dan beberapa teman langsung menuju warung bakso, dan memesan bakso (yaiyalah, masak mesan nasi padang). Teman menghabiskan 2 mangkok, saya semangkok saja tapi plus nasi.perut kenyang, tenaga terisi kembali. Kami menuju lokasi untuk mendirikan tenda. Setelah taroh tas, kami menuju musholla untuk solat, dan ada beberapa orang yang nekad mandi, termasuk saya, padahal udah jam 10an malam. So pasti, diingiiiin buanget..
Paginya, kami sarapan dan beberes. Pukul 8 truk udah stanby untuk perjalanan pulang menuju Tumpang. Kami turun menggunakan 2 truk, seperti saat berangkat. Dalam perjalanan, kami berhenti sebentar untuk foto-foto dengan latar kawasan perbukitan indah yang dikenal sebagai bukit teletubbies. Pukul 12 siang, kami sampai di kecamatan Tumpang, dan langsung naik bis yang sudah menunggu disana. Bis ini akan mengantarkan kami menuju malang dan surabaya. Pukul 3 sore, kami sampai di stasiun Pasar Turi, Surabaya.

bersiap pulang

bersiap pulang

lembah disebelah bukit teletubbies

lembah disebelah bukit teletubbies

IMG_6949

lembah disebelah bukit teletubbies

foto dulu

ki-ka: panji, rika, usep, mamat, dedy,bagus, febri, tutur, dolok, rani, titik, david, arif

Kisah perjalanan ke semeru tidak serta merta berhenti. Dalam perjalanan di kereta, kami kembali menebarkan keceriaan ke seisi gerbong. Main kartu, main uno, ceng-cengan, mengisi atmosfer gerbong. Gak peduli penumpang lain, yang penting ngakak, haha.. kan bagus, daripada diem dan bosan semalaman di kereta. Jam 7 pagi, kereta sampai di stasiun senen. Keceriaan semeru harus berpisah, namun kenangannya tetap tersimpan rapi disini,di hati.

team JKT 44

team JKT 44

ada cerita unik dari pendakian ini. tim kami yang berjumlah total 44 orang mudah diingat karena angkanya yang unik, jadi setiap ditanya oleh penjaga Taman Nasional kita tinggal sebutkan “timnya Habibie yang 44 orang” dan mereka langsung ngeh.. Walhasil kita menamakan tim kita sebagai JKT 44 (walaupun gak semuanya berangkat dari jakarta)🙂

rincian biaya perjalanan:

kereta ekonomi Jakarta-Surabaya 50rb/orang

sewa bis ukuran sedang Surabaya-Malang-Surabaya 1,5jt x 2hari = 3 jt (kalo gak salah ya)

sewa truk tumpang-ranupane sekitar 500rb (klo gak salah juga, soalnya saya bukan EO jd kurang tau, hehe)

selebihnya biaya kebutuhan pribadi

***

oiya, setelah jambore selesai, kawasan semeru dikabarkan penuh sampah dan rame dibicarakan di media sosial.. jadi teman2 yang hobi naik gunung, ataupun hobi bertualang apapun jenisnya, marilah sama-sama kita jaga alam, jangan membuang sampah dan corat-coret sembarangan, sampah yang kita hasilkan selama perjalanan hendaknya dibawa kembali dan dibuang pada tempatnya, gak berat kok, kan isinya udah kosong. Soal corat-coret, bukankah foto sudah cukup menjadi bukti kalo kita sudah pernah mengunjungi suatu tempat?tidak perlu lagi meninggalkan coretan yang merusak pemandangan, kayak begituan norak bro, gak keren..

Jadi, jaga dan pelihara alam kita, ok..?

Tentang franzkurnia

senang mencoba hal-hal baru, sedang berusaha mengendalikan sifat malas dalam diri
Pos ini dipublikasikan di gunung. Tandai permalink.

11 Balasan ke Mahameru: Menapak Puncak Tertinggi Pulau Jawa

  1. Baktiar berkata:

    Wah, nyampe semeru juga…. ini bukan acara kena sumpahnya 5cm kan? denger2 abis film 5cm keluar banyak yang pengen naik semeru

    • franzkurnia berkata:

      bukan om, duluan kita ke semerunya, kita naik 15 november, pilemnya rilis 12 desember… ane juga baru tau tentang 5cm setelah turun semeru

  2. Sharikha Amy berkata:

    waaaaaaaaa…
    baguuuus..
    dan foto paling bagus adalah… jeng jeng jeeeng… wwkwkkwkwkk

  3. adrian10fajri berkata:

    perjalanan yang luar biasa…

    pembacanya pun berkesan..

    salam kenal..

    silahkan berkunjung ke blog saya >> http://www.adrian10fajri.wordpress.com (Pesona Palembang)

  4. kagum berkata:

    keren cerita perjalanannya…foto bintang di malam harinya itu juga

    • franzkurnia berkata:

      haha, itu foto bikin seadanya, taroh kamera di batu karna tripod lagi dipegang teman..
      thanks udah mampir, salam kenal🙂

  5. karhin tasir berkata:

    banyak yang hanya tampilkan banyak foto untuk spot yg indah di mahameru bagaimana dgan sampah yg ada di sanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s