menghabiskan akhir tahun di Ujung Genteng dan Curug Cikaso


Moment pergantian tahun mungkin memiliki makna yang berbeda bagi masing-masing orang, ada yang menjadikannya sebagai titik awal untuk berubah menjadi lebih baik, saat untuk menetapkan harapan-harapan baru, dan lain sebagainya. Bagi saya pribadi, pergantian tahun adalah sama saja seperti hari-hari yang lainnya, kita dapat menetapkan target dan melakukan perubahan setiap saat, tidak harus menunggu tahun baru. Namun ada hal istimewa dalam pergantian tahun 2012 ke 2013 kemarin, yaitu adanya libur yang cukup panjang karena bertepatan dengan akhir pekan ditambah dengan satu hari cuti bersama.

Saya dan beberapa orang teman memanfaatkan momen pergantian tahun ini dengan mengunjungi objek wisata Ujung Genteng, salah satu kawasan pantai di selatan Jawa Barat, tepatnya di Sukabumi. Kami yang terdiri dari 16 orang menyewa dua buah mobil . perjalanan direncanakan selama 2 hari 2 malam, berangkat tanggal 29 desember tengah malam dan pulang tanggal 31 desember sore.Sesuai kesepakatan, kami kumpul di titik pemberangkatan di salah satu kawasan perkantoran di Gatot Subroto jam 10 malam. Setelah semua personil lengkap, pukul setengah 12 malam kami memulai perjalanan.

Image

kumpul di masjid DJP

Kami memilih berangkat tengah malam dengan tujuan untuk menghindari kemacetan dan mengejar panorama sunrise di laut. Subuh tanggal 30 desember, kami “mendarat” di pelabuhan ratu, kawasan pantai sebelum ujung genteng, masih di daerah sukabumi. Kami turun dan menikmati pemandangan sunrise yang terbit dari arah laut. Pantai pelabuhan ratu ini menurut saya tidak terlalu istimewa, pasirnya hitam, di beberapa bagian terdapat kawasan pasir yang luas, dan di bagian lain didominasi batu-batu karang. Fasilitas disini terlihat kumuh dan kurang terawat. Namun, berdasarkan pengamatan saya, pengunjungnya tetap ramai. Puas menikmati sunrise di bagian pantai dengan batu karangnya, kami bergeser sedikit ke bagian pantai berpasir yang cukup luas. Disini kami menggelar tikar dan menyantap sarapan pagi.

18

Image

pantai pelabuhan ratu

Image

pantai pelabuhan ratu

Image

ada yang galau

Image

sarapan

Image

sarapan di pantai

Image

anak-anak setempat lagi surfing

Pukul 9 kami melanjutkan perjalanan ke destinasi utama, ujung genteng. Dari gugel maps, jaraknya sekitar 80 km lagi. Perjalanan ditempuh selama lebih dari 2 jam. Pukul setengah 12 akhirnya kami sampai di penginapan, sebuah rumah penduduk yang disewakan untuk pengunjung. Rumah ini terdiri dari 2 kamar tidur, dapur, 2 ruang tengah, dan 1 kamar mandi. Cukup buat kami ber-16, kecuali kamar mandinya, hehe. Kedua kamar langsung diisi sama para cewek yang berjumlah lima orang, sementara para cowok menempati ruang tamu dan ruang tengah. Untung persis di depan rumah ini ada masjid, jadi masalah antrian mandi bisa diatasi.

Para cowok langsung pada tepar di lantai, sementara ibu-ibu menyiapkan makan siang. Saya yang udah gak ngantuk karena kebanyakan tidur dalam perjalanan, berinisiatif berkeliling pantai menjelang makan siang siap disajikan. Saya lihat ada beberapa orang memancing, dan saya tertarik untuk mencoba mancing juga. Saya membeli kail, benang dan umpan berupa udang beku yang kebetulan ada dijual di sekitar pantai, dan kembali kerumah untuk menyiapkan pancingan sekaligus makan siang bersama. Enak bener dah makan siangnya, thanks berat buat ibu-ibu dharma wanita.

Image

di depan penginapan

Image

nyampe langsung tepar

Image

masak makan siang

Sorenya ternyata hujan turun, anak-anak pada malas keluar rumah. Saya sesuai rencana sebelumnya, mancing. Sayang kan udah beli tapi gak dipakai. Ternyata ittoh pengen ikut. Benang dan kail saya bagi dua dan kita bergerak menuju pantai. Di kawasan pantai anginnya cukup kencang. Pasang umpan, lempar kail, benangnya balik lagi kepinggir karena tiupan angin. Gak sampai 10 menit, kami memutuskan untuk udahan mengingat kondisi angin dan gelombang yang cukup kencang. Karna udah kepalang basah,s aya dan itoh sekalian nyemplung berenang di pinggir pantai.

Malam harinya kita pesta bakar-bakaran, bakar jagung, ikan, dan ayam, maknyus!! Kalo pesta bakar rumah, ntar aja pas mau pulang. Hahaha, bcanda.. habis makan, kita semua deal jalan ke lokasi penangkaran penyu yang juga ada di kawasan ujung genteng ini. Oiya sebenarnya tadi sore kita udah kesana, tapi TKP nya gak buka. Malam ini, ada bapak-bapak yang bilang kalo lokasinya udah buka, jadi kita memutuskan untuk jalan lagi kesana. Sampai lokasi, ternyata masih belum bisa liat si penyu, katanya sih karna terlalu rame, penyunya malu untuk bertelur. Btw yang pengen liat penyu bukan rombongan kita ada, ada puluhan orang lainnya yang juga berniat sama. Saya sendiri pules tidur di mobil, karena udah feeling si penyu gak bakal nongol untuk bertelur. Kecewa, kami memutuskan untuk balik ke penginapan. Kegiatan selanjutnya adalah tidur karena udah pada capek.

pantai ujung genteng

pantai ujung genteng

Image

lokasi penangkaran penyu

Image

lokasi penangkaran penyu

Image

ikan bakar

Image

jagung bakar

Image

dinner bareng

Pagi hari, sesudah solat subuh, kami rame-rame jalan ke pantai untuk melihat sunrise. Kondisi masih berawan tapi tidak hujan, membuat sunrise yang dinanti tidak terlalu menarik. Kami berjalan menyusuri pantai. Pada suatu titik, para cowok menceburkan dirinya ke air. Tidak dalam sih, tapi saat ombak datang menciptakan arus air yang cukup deras. Arus ini kami manfaatkan untuk seru-seruan, kata Angga mirip tubing. Menjelang siang, kami balik ke penginapan, mandi, solat, dan makan siang.

Image

ki-ka: pranz, oland, handono, mimi, gania, indri, panji, wida, coco, angga, nurul, ahmat, ittoh, febri, dedy

Image

huuaaa…

Selesai makan, kami bersiap pulang ke jakarta. Tapi dalam perjalanan kami mampir ke curug cikaso, sekitar 2 jam perjalanan dari ujung genteng. Curugnya sih bagus, tapi banyak sampah dan kurang terawat. Ditambah banyak pungutan liar yang dilakukan warga sekitar. Baru kali ini saya melihat jalan masuk objek wisata diportal sama warga, dan setiap yang lewat harus bayar seribu, padahal sebelumnya kita sudah beli tiket resmi di pos dinas pariwisata.

Image

curug cikaso

Puas foto-foto dan ada beberapa teman yang mandi di curug, kami melanjutkan perjalanan pulang. Sempat mampir beberapa kali untuk makan, akhirnya kami sampai di jakarta lewat tengah malam. Sebuah perjalanan menutup tahun yang penuh cerita, canda, tawa, dan cinta. Ada pasangan baru yang masih malu-malu untuk go public (sebut saja Angga dan Himi, bukan nama sebenarnya). Ada juga Panji si raja galau yang jatuh cinta pada pandangan pertama sama adiknya Febri. Semoga perjalanan ini menjadi awal kisah bahagia mereka, dan tentu saja menjadi satu kenangan manis yang tersimpan di memori kita semua.

Image

makan malam

Image

makan malam

Hal yang dapat saya simpulkan dari kedua objek wisata tersebut (plus minusnya) antara lain:

Untuk pantai ujung genteng

+ pasirnya putih tapi kasar, pantainya panjang dan luas (tapi menurut saya biasa saja, mungkin karna saya sebelumnya tugas di NTT yang pantai-pantainya jauh lebih indah)

+ mudah mencari penginapan, banyak terdapat pilihan mulai dari cottage sampai rumah warga yang disewakan

– kondisi jalan kurang layak, terutama saat memasuki kawasan pantai, fasilitas minim

Untuk curug cikaso:

+curugnya indah, ada 3 curug yang berdekatan dengan ketinggian sekitar 50m

-banyak pungutan liar, kumuh, kurang terawat, fasilitas minim

Informasi tambahan:

Jalur: lihat sendiri di gugel map, saya juga gak hapal karna di mobil tidur terus, hehe

Biaya:

Sewa 2 mobil @350rb x 2 hari

Penginapan 500rb/hari

Bensin, logistik, tergantung kebutuhan

Tiket masuk (ujung genteng berapa ya, lupa.. kalo curug cikaso 3rb per orang)

Kondisi jalan:

memasuki sukabumi, jalan berliku dan cukup sempit, kadang ada tanjakan, 80% mulus, sisanya jalan berlobang dan bergelombang

memasuki kawasan pantai ujung genteng, jalan tanah non aspal, sebagian ada yang dilapisi batu-batu yang gak nyaman buat mobil

jalan menuju penangkaran penyu saaangat parah, lobang gede-gede, genangan air, gak layak buat mobil 2 gardan

Tentang franzkurnia

senang mencoba hal-hal baru, sedang berusaha mengendalikan sifat malas dalam diri
Pos ini dipublikasikan di pantai dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke menghabiskan akhir tahun di Ujung Genteng dan Curug Cikaso

  1. parador berkata:

    serunya cerita jalan2 rame2 sama temen2 yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s