Lombok Part 1: Taman Nasional Gunung Rinjani (3726 m)


kurang lebih seminggu yang lalu saya kembali menginjakkan kaki ke jakarta, kota domisili saya sementara ini. kembali dari sebuah petualangan yang “feelingnya masih dapat” sampai saat ini. delapan hari bertualang di lombok!

part 1 ini akan saya isi dengan kisah petualangan ke gunung rinjani. pastinya dilengkapi dengan foto-foto aseli bikinan saya. untuk part 2 akan bercerita tentang petualangan di gili trawangan. apakah itu? sabar, part 1 aja belum mulai, hahaha..

so, lets get started!

alkisah, cerita ini bermula dari postingan seorang teman di fb yang nge-share tentang longsor di rinjani. ternyata ada beberapa teman dari teman saya yang posting itu (blm bingung kan?) mau naik gunung rinjani. oiya betewe yang belum tau gunung rinjani ada dimana, BERAPA SIH NILAI GEOGRAFINYA? hehe, kidding.. gunung rinjani ada di pulau lombok provinsi nusa tenggara barat. kebayang kan lokasinya di peta? ha, enggak?? ampun dah.. itu lho sebelah timurnya bali. lokasi bali jg gak kebayang? gedubrakk!!.. gunung rinjani merupakan gunung api tertinggi kedua di endonesia setelah gunung kerinci di sumatera.

kembali ke postingan di fb. jadi dari fb lah saya tau ada beberapa temannya teman saya yang mau naik rinjani. dengan semangat sksa (sok kenal sok akrab) saya ikut komen dan menyatakan berminat untuk ikut. singkat cerita, tiket udah dibeli dan persiapan pun udah mantap. untuk rinjani ini saya beli sendiri semua alat pribadi yang diperlukan. sebelumnya saya sudah pernah naik ke gunung gede dua kali, namun alat-alatnya sebagian besar hasil pinjaman tanpa bunga dari teman.

perjalanan dimulai dari jakarta. saya dan anggota rinjani yang lain baru ketemu dan kenal di bandara soetta. dari list yang telah diposting, yang udah pegang tiket total 9 orang, dan sewaktu di bandara hanya 7 orang. ternyata ada 2 orang yang tidak dikasih ijin sama bosnya, jadi tiketnya hangus deh. tim kami terdiri dari 5 orang laki dan 2 cewek. perkenalkan nama kami oz (saya), habibi (even organizer alias yang ngajak, sekalian dijadiin team leader), akbar, david, febri, siti, dan rani. kami adalah POWER RANGER plus (halah). tanggal 12 Mei 2012 pukul 9 pagi, kami berangkat menuju lombok.

hari pertama

perjalanan ke lombok ditempuh dalam 2 jam. karna lombok udah masuk WITA, jadi sewaktu mendarat kita harus menyesuaikan jam lebih cepat satu jam. kami mendarat di bandara internasional lombok sekitar pukul 12 waktu setempat. bandara ini adalah bandara baru, lokasinya di praya, sekitar 1,5 jam dari mataram, ibukota ntb. mungkin karena baru, bandaranya masih belum oke, masa di runway sama lokasi parkir pesawat ada genangan air (kebetulan sewaktu kami mendarat, lombok habis diguyur hujan). gimana nih sistem sanitasinya?

di bandara kami sudah ditunggu oleh seorang teman warga lombok yang memang sudah kita kontak sewaktu masih di jakarta. namanya pak… (siapa ya, lupa). kami dijemput pakai mobil L300. di bandara ini kami juga berkenalan dengan 3 orang teman baru, dari jakarta, namanya bedu, dedi, dan iwit. mereka hendak nebeng sama mobil kami. karna kebetulan kapasitas mobilnya banyak, ayok deh gabung.. sewa mobil 600rb, cukup ringan apabila anggota rombongan jumlahnya banyak.

dari bandara kita dibawa ke rumah bapaknya yang terletak di sebuah desa, namanya desa sembalun. Dalam perjalanan kami mampir di sebuah pasar kecil di desa aikmel untuk beli logistic. Disini tersedia hamper semua kebutuhan pendakian, tabung gas mini dan oksigen juga ada. Harganya juga tidak beda jauh dengan harga di kota. di desa sembalun terdapat gate rinjani yang dikenal sebagai jalur sembalun. pada malam pertama ini, kami akan menginap di rumah si bapak. jadi selain menyewakan angkutan, warga di sekitar gate pendakian juga menyewakan rumahnya untuk penginapan pertama pendaki sebelum naik. untuk tarifnya, berapa ya… waduh si habibi tuh yang ngurus, kita mah tau beres aja, hehe.. tarif sewa penginapan sudah termasuk makan dan minum (2x, makan malam dan sarapan besok paginya) plus snek-snek khas lombok, seperti kacang mete goreng, ketan digoreng, dll. warga sembalun ramah dan terbuka terhadap pendatang.

view sebagian desa sembalun

berfoto di depan penginapan pertama

dinner di penginapan pertama

hari kedua

sarapan membuka kegiatan pagi ini. setelah sarapan, kami bersiap melakukan pendakian. carrier sudah lengkap dengan isinya masing-masing. oiya kami menyewa 2 orang porter karena 2 orang anggota cewek tidak kuat untuk bawa barang berat. buat yang baru pertama naik rinjani, disarankan (bahkan porter mewajibkan) untuk menyewa porter, yang sekaligus berfungsi sebagai guide. tim kami belum seorang pun yang pernah naik rinjani.

naik pick up ke pos lapor

perjalanan dimulai pukul setengah sembilan pagi. ternyata untuk menuju ke gate sembalun harus ditempuh dengan naik mobil lagi sekitar 15 menit. kami naik sebuah mobil bak terbuka dengan tarif sewa 20rb. setelah lapor dan membayar tiket masuk (hanya 2500 rupiah saja), kami kembali diantar pake mobil tadi ke dalam jalur pendakian. jalan mulai menanjak dan berbatu, sampai pada akhirnya mobil benar-benar tidak bisa melanjutkan perjalanan, sekitar 200m dari pos lapor. dari titik inilah, pendakian dimulai.

jalur sembalun melewati hamparan savana yang sangat luasss.. udah gitu naik turun dan muter-muter! untung sewaktu kami naik, cuaca agak mendung jadi tidak terlalu panas dan menguras tenaga. di padang savana ini terdapat 3 pos peristirahatan. waktu nornal pendakian adalah ke pos 1 selama 2 jam, pos 1 ke pos 2 sekitar 1,5 jam, dan ke pos 3 sekitar 1,5 jam, jadi total 4 jam. kami sampai di pos 3 sekitar jam 14.00. di pos 3 kami makan siang. rata-rata pendaki lain juga makan siang di pos ini, bahkan ada yang camp disini, karena terdapat sumber air yang lumayan. di pos ini air diperoleh dengan menggali pasir sehingga berbentuk kolam kecil, dan air akan menggenang didalamnya.

savana dimana mana

padang savana di jalur sembalun

siti, david, rani

topografi savana membentuk pattern yang menarik

pendaki lain

genangan sisa hujan di ceruk batuan cadas

mirip view di film lord of the ring

selesai makan dan solat zuhur ashar yang dijamak, sekitar jam setengah 3 siang kami melanjutkan pendakian. cuaca disini ternyata sukar ditebak. pendakian selanjutnya ditempuh dalam hujan dan gerimis bergantian, jadi masing-masing sudah siap dengan jas hujannya. dari pos 3 ini perjalanan semakin sulit. hamparan savana sudah lewat berganti susunan batu-batu cadas dengan kemiringan lebih dari 60 derajat. semakin keatas kemiringannya semakin terjal. disini ada sekitar 3 atau 4 bukit sebelum sampai ke pelawangan, tempat ngecamp. jadi, di rinjani jangan percaya bila kita melihat suatu puncak, itu adalah akhir pendakian, ternyata setelah itu masih ada bukit lagi, dan lagi.. sepertinya disini berlaku peribahasa “diatas bukit masih ada bukit”

selama pendakian dari pos 3, kami terbagi menjadi 2 kelompok. saya dan david duluan, sementara 5 anggota yang lain masih di belakang. satu orang porter juga sudah duluan di depan saya, dan seorang lagi bersama kelompok di belakang. menjelang gelap, hujan kembali turun disertai badai. saya dan david akhirnya sampai ke lokasi camp sekitar pukul 18.30. untung tenda sudah dipasang oleh porter kami yang pertama. kami membawa 2 buah tenda. saya dan david langsung masuk tenda dalam keadaan kedinginan dan mengganti baju yang basah. kelompok kedua baru sampai sekitar 30 menit kemudian. tidak banyak kegiatan di tenda yang bisa kami lakukan malam ini. makan malam, solat, langsung tidur…

pos 3

lunch di pos 3

tanjakan setelah pos 3 yang semakin terjal

tanjakan dan view setelah pos 3

bunga pinus

kan kami 7 orang, cewek 2 orang, gimana kami membagi alokasi tenda biar cukup? caranya semua carrier ditaroh di tenda cewek, terus  ada satu orang laki yang didaulat untuk gabung ke tenda cewek. melalui hasil musyawarah dan pengamatan dari track recordnya, terpilihlah febri yang terkenal karna ke-maho-annya untuk gabung ke tenda cewek, hahaha… buktinya, rani sama siti, kalian gak diapa-apain kan??😀

hari ketiga

pukul 03 pagi, kami mulai pendakian summit attack a.k.a mengejar sunrise. dari lokasi camp ke puncak diperkirakan ditempuh dalam 3 jam. treknya ternyata cukup sulit, tanah berpasir. langkah kaki terasa berat. sekitar jam 5, kondisi masih gelap, badai dan kabut mulai menyerang! padahal sebelum summit tadi cuaca cerah banget, bulan terlihat terang. kabutnya berupa uap air yang menambah dingin pendaki. pukul 06 matahari sudah terang, namun tidak terlihat karna tertutup badai. para pendaki memutuskan untuk berlindung dibalik sebuah batu besar, sekitar 1,5 jam dari puncak. udaranya dingin banget. kata seorang pendaki mencapai 6 derajat. jarak pandang hanya 5-10 m. melihat badai yang tidak kunjung reda, sebagian pendaki memutuskan untuk kembali turun, sebagian lagi memilih tetap naik. saya memilih tetap naik, sayang banget udah jauh-jauh kesini tapi gak sampe puncak.

para pendaki berlindung di balik sebuah batu besar

dingin cuy

setelah memaksakan semua kemampuan fisik sambil menahan dingin, akhirnya saya sampai puncak. alhamdulillah, sesuatu banget ya.. david yang duluan muncak, sekitar 10 menit di depan, febri 20 menit dibelakang saya. puncak rinjani hanya ditandai dengan beberapa tumpukan batu, dan sebuah pipa besi yang sudah roboh, sepertinya bekas plang nama. pemandangan di puncak tidak kelihatan apa-apa, hanya putih tertutup badai. meski begitu, ada perasaan bangga bahwa kami telah menaklukkan puncak rinjani dalam keadaan badai!!

kami tidak bisa lama-lama di puncak karena keadaan yang semakin dingin. setelah mengambil beberapa foto, kami langsung turun. perjalanan turun terasa lebih mudah karena terbantu tanah berpasir. selama perjalanan turun cuaca sempat membaik. tebing-tebing curam yang ternyata sangat dalam (sebelumnya tak terlihat karena tertutup badai) mengapit kanan kiri trek. terlihat juga megahnya danau segara anak dan gunung barujari, anak gunung rinjani. subhanallah, sungguh besar keagungan Allah.. kami sampai ke camp sekitar pukul 11 pagi

ke puncak ditemani badai

peak of rinjani, 3726 m

setelah makan siang, hujan kembali turun. padahal rencananya sore ini kami mau langsung turun ke danau segara anak. setelah konsultasi sama porter, turunnya ditunda besok. jadilah sore sampai malam kita hanya nenda, main kartu, cerita-cerita, makan, terus tidur..

hari keempat

pagi ini cerah. arah puncak juga cerah. coba kayak gini dari kemarin, pasti pemandangan dari puncak sana indah.. setelah sarapan, kami langsung turun ke segara anak. waktu tempuh normal sekitar 3 jam. kami berangkat jam 9 pagi. ternyata turunannya cukup curam, batu-batu cadas dengan jurang dipinggir jalan setapak. selama perjalanan, kami tak lupa foto-foto keelokan alam dibawah sana. menurut saya, pemandangannya mirip pegunungan alpen yang di tipi-tipi.

negeri diatas awan

view segara anak

view selama perjalanan ke segara anak, indah nian

jalur turun ke segara anak

view segara anak

kami sampai di danau jam 1 siang. porter langsung memasang tenda di pinggir danau. habis makan siang, kami membereskan bawaan masing-masing, jemur yang basah, dll.. di danau kita juga bisa mancing. saya udah menyiapkan pancingan dan umpan jagung dari jakarta. eh ternyata umpannya gak dimakan ikan.

sorenya kita mandi ke pemandian air panas, gak jauh dari lokasi camp. pemandian ini berasal dari mata air panas yang ditampung dalam sebuah kolam kecil dikelilingi batu dibawah air terjun. maknyuss.. segala capek pegal sama keringat belum mandi 2 hari langsung hilang. sebenarnya tidak jauh ke arah hilir ada sebuah air terjun lagi yang kata porter lebih tinggi dari yang ini, dan sekitar 1 jam dari danau ada goa susu, namun karna sudah sore dan waktu kami di danau cuma sehari, kami tidak sempat kesana.

saat malam, kami dinner diluar tenda sambil menikmati taburan bintang. rani sampai berkata kalau itu bisa jadi restoran termahal di dunia, karena segala keindahan alamnya.

menuju pemandian, melewati air terjun

air terjun pertama

2 hari belum mandi

segara anak

view dari camp

kabut

the silence

ada yang gotong2 sepeda.. menurut saya sih sangat sulit dan bahaya kalo mau downhill di rinjani

persiapan dinner

segara anak at night

hari kelima

setelah sarapan kami langsung turun. kali ini kami melalui jalur senaru. Kata “turun” sebenarnya kurang tepat karena daridanau kita harus naik bukit lagi sekitar 3 jam. Jalurnya cukup menantang, tanjakan curam, trek batuan cadas, dan jurang di sebelah kiri. Namun lelah terbayar dengan indahnya pemandangan danau segara anak. Jam 1 siang kami sampai puncak yang dikenal sebagai pelawangan senaru. Ternyata di sini ada yang jual minuman kaleng dan snek/biscuit, tapi harganya 4 kali lipat.  Fanta kaleng dijual 20rb. Wajar sih mengingat tenaga yang dipakai untuk mengangkutnya keatas.

foto dulu sebelum turun menuju senaru

menuju senaru, ki-ka: david, habibie, akbar, oz, siti, rani, febri

view sebelum pelawangan senaru

ibadah tetap jalan

Istrirahat sebentar, lalu kami lanjutkan turun ke gate senaru. Selama perjalanan turun kita melewati hutan hujan tropis. Jalur ini mempunyai 3 pos peristirahatan. Porter menyarankan kami untuk ngecamp di pos 2, karena dikhawatirkan kami sampai dibawah saat gelap, namun mengingat jadwal yg sudah direncanakan, kami memaksakan untuk langsung turun ke gate senaru hari itu juga. Setelah berjalan 7 jam dari puncak bukit tadi, jam 8 malam akhirnya kami sampai di pos lapor gate senaru. Disini kami ternyata sudah ditunggu oleh bapak yang menjemput kami di bandara, karna sebelumnya perjanjiannya begitu. Kami kemudian diantar mencari penginapan, tentunya ala backpacker, yang penting murah dan manusiawi.  Kami dapat penginapan sekitar 200 m dari pos lapor dengan harga 100rb per kamar.

Bersih-bersih dan dinner menjadi agenda terakhir kami hari ini. Besok perjalanan baru akan dimulai, petualangan ke gili trawangan, salah satu pantai di Lombok yang terkenal eksotis.

Conclusion

Trek dan estimasi waktu(naik dari sembalun turun ke senaru):

Pos lapor sembalun – pos 3 : 4 jam

Pos 3 – pelawangan sembalun (lokasi camp) : 5 jam

Pelawangan sembalun – puncak : 3 – 4 jam

Pelawangan sembalun – segara anak : 3 jam

Segara anak – pelawangan senaru : 3-4 jam

Pelawangan senaru – pos lapor senaru : 7 jam

Biaya:

Ongkos pesawat jkt – Lombok PP : 1,2 juta

Angkutan bandara – sembalun (L300) : 600rb

Penginapan pertama (include makan) : lupa.. (sekitar 500rban)

Sewa porter : 125rb per hari

Angkutan ke pos lapor : 20rb

Logistic : tergantung kebutuhan

Tips naik rinjani:

  • Sebaiknya ke rinjani dalam rombongan, sehingga biaya bisa ditanggung bersama, jadi bisa lebih murah
  • Siapkan/carter angkutan dari bandara Lombok ke gate rinjani sewaktu masih di Jakarta/kota asal. Dapatkan kontaknya dari pendaki2 sebelumnya
  • Mulailah langkah dengan membaca bismilah😀
  • Persiapkan jas hujan di tempat yang mudah diakses, cuaca rinjani gampang berubah
  • Selalu bawa air minum dan makanan pribadi. Siapkan air 1 botol besar dan beberapa snek. Pengalaman saya waktu turun ke senaru, saya yang udah jauh didepan gak bawa makanan, akhirnya lemes, jadinya harus nuggu teman yang di belakang buat dipalakin makanannya, hehe
  • Kuatkan tekad, trek rinjani berbukit-bukit, diatas (lokasi yang terlihat seperti) puncak masih ada puncak selanjutnya untuk ditaklukkan
  • Satu hari ternyata tidak cukup untuk mengeksplorasi danau segara anak, kalo bisa tambah hari buat ngecamp disana

Tentang franzkurnia

senang mencoba hal-hal baru, sedang berusaha mengendalikan sifat malas dalam diri
Pos ini dipublikasikan di gunung dan tag , , . Tandai permalink.

37 Balasan ke Lombok Part 1: Taman Nasional Gunung Rinjani (3726 m)

  1. Habiby berkata:

    mantap ……ada bakat nulis juga nih kayaknya seperti ane… *gubrak

    tulisanku pending nunggu putu2 dari klian T___T

    keep post gan…ditunggu sekuel duanya

  2. Habiby berkata:

    oya, btw foto2nya boleh ane share juga di blog ane g?? hehehehe….

  3. febri berkata:

    “terpilihlah febri yang terkenal karna ke-maho-annya untuk gabung ke tenda cewek”
    Kamsudnyeeee..????

    • franzkurnia berkata:

      wakaka…
      lu ngaku maho aja feb, biar naik gunung selanjutnya lu bisa gabung ke tenda cewek lagi, hahaha..

  4. qairany berkata:

    wkwkwk..jd begituuu kamsudnyaaa…xixixixi…

    • Habiby berkata:

      kamsudnya febri pengen sekamar lagi sama kk rani😛

      • qairany berkata:

        jiaaahhh..klo febri yg pengen kenapa dirimu yg ngomong dek habiby? sejak kapan febri punya jubir? tp jujur image maho mang bikin tidur nyenyaakk …wkwkwk..

  5. Ping balik: lombok part 2: bergosong ria di gili trawangan | mari berbagi

  6. Fahma berkata:

    Aaaaaaaak, senangnya! View-nya itulooooh bikin merinding disko. Kuat ga ya ke Rinjani? Kuat ga ya..kuat ga ya..kuat ga ya..😀. Infonya membantu sekali broh. Salam kenal!

  7. wilda berkata:

    WaHhh_— keren .. KaLo mau Nanjak Rinjani Lagi contact y Ms Bro🙂
    Oktober keMaren sy baru dr Lombok, tp lom menyambangi Puncak Rinjani
    baru ampe waterfall Sendang GiLe n Tiu Kelep.
    saLam Ransel
    wilda_ze@yahoo.com

  8. Ilyas berkata:

    ka, boleh nggak minta kontaknya porter dan sewa mobilnya ?

  9. faizal berkata:

    Mantaf Tulisan dan Foto2nya Uapik Kabeh
    Saya sekarang lagi di Lombok, cuman 3 hari
    Melihat rinjani dari sisi
    sudah cukup puas

  10. 166661 berkata:

    boleh tuh ,gimanah klau kita melakukam expidisi lgi ke dewi rinjani

  11. lala priya dingin meyegarkan tampah bahan pengawet berkata:

    salam untuk alam dn isi y.w lala bray”””””punten

    • franzkurnia berkata:

      kapan rencana mo ke rinjani? keknya gw mp nyobain gunung yang lain dulu deh, hehe
      salam kenal jg, thanks udah mampir😀

  12. arini berkata:

    boleh minta kontak sewa mobil sama penginapannya ga?
    oktober mau ke sana Insya Allah..🙂

  13. ary berkata:

    Iyah.. ada yg baru no kontaknya? mba arini bareng aja biar sewa mobil murah. oktober tgl 27 kami kesana.. Salam kenal & mohon mampir

    • franzkurnia berkata:

      maaf baru balas masbro ary dan sist arini
      bisa menghubungi pak ronza 081997886153 / 085253188171
      jgn lupa dishare juga pengalamannya🙂

  14. Hartawan Wong berkata:

    Bro Franz menarik sekali pengalamannya, hitungan biaya porter berapa ya mas? Saya koq nanya porter utk 2 hari perjalanan, dan dia siapkan makanan juga mintanya Rp 1 jt??
    Mohon pencerahannya….

  15. deri berkata:

    Subhanallah…mantabs mas bro….

  16. rafisimin berkata:

    Mantaaap banget ituu bang. Kalau naik pesawat alat alat semacam kompor portabel. Frame tenda dan kawan kawannya boleh ikut terbang ga ?gann

    • franzkurnia berkata:

      kalo kompornya boleh gan, asal taroh bagasi, bahan bakarnya yang gak boleh (misalnya spritus, tabung gas, dll).. kalo bahan bakar padat (seperti parafin) boleh kayanya..

  17. roji berkata:

    kak mau tanya, kira2 memungkinkan ga untuk membawa mobil dari jkt ke sembalun? jalannya bisa dilewati mobil biasa (inova)? terus seandainya mau nitip mbl apa bisa di rmh warga? trims..

    • franzkurnia berkata:

      wah jauh banget bro, mobilan jkt-lombok, bisa berapa hari tuh.. kalo dari lombok kota ke sembalun sih bisa pake mobil, jalannya udah cukup bagus, paake innova bisa, kalo untuk titip mobil mungkin bisa kali ya, soalnya blm pernah nyoba n belum pernah dengar ada yg bawa mobil sendiri🙂

      • roji berkata:

        tanya lagi ya kak, baiknya kalo bawa mobil enaknya lewat jalur sembalun atau senaru?

      • franzkurnia berkata:

        klo untuk mobil, sama aja bro kondisi jalan ke sembalun ato senaru, tapi kalo untuk enaknya mendaki, kayaknya lebih enak naik dari sembalun, ente bisa langsung muncak, terus baru turun ke segara anak, kalo lewat senaru sebaliknya, turun ke segara anak dulu baru muncak

    • Open Trip Rinjani dan Gili Trawangan 1 – 4 Januari 2015
      Meeting Point Terminal Bungurasih Surabaya (Price) : Rp. 1.750.000
      Meeting Point Bandara Lombok (Price) : Rp. 1.250.000
      Fasilitas:
      – Transport Surabaya – Lombok (PP)
      – Transport Lombok – Sembalun , Senaru – Gili Trawangan , Gili Trawangan – Lombok
      – SIMAKSI TNGR
      – Makan 2x (Sebelum dan Sesudah Pendakian)
      – Logistik
      – Tenda
      – Porter
      – Guide
      – Penginapan di Gili Trawangan

      Minat Info Chat Me🙂
      Telpon : 0888.0578.3430
      BB : 7589E3BE

      Kuota Terbatas🙂

  18. wira berkata:

    asik-asik bro 🙂

  19. Pagitta berkata:

    Bagus foto-fotonya, Mas.

  20. Gema Bayu berkata:

    Open Trip Rinjani dan Gili Trawangan 1 – 4 Januari 2015
    Meeting Point Terminal Bungurasih Surabaya (Price) : Rp. 1.750.000
    Meeting Point Bandara Lombok (Price) : Rp. 1.250.000
    Fasilitas:
    – Transport Surabaya – Lombok (PP)
    – Transport Lombok – Sembalun , Senaru – Gili Trawangan , Gili Trawangan – Lombok
    – SIMAKSI TNGR
    – Makan 2x (Sebelum dan Sesudah Pendakian)
    – Logistik
    – Tenda
    – Porter
    – Guide
    – Penginapan di Gili Trawangan

    Minat Info Chat Me🙂
    Telpon : 0888.0578.3430
    BB : 7589E3BE

    Kuota Terbatas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s